Ia yang Duduk di Sampingku

Aku tidak membayangkannya sebagai sosok yang datang membawa cahaya

Cukup seseorang yang membuat gelap
tidak terasa menakutkan

Dia mungkin tidak pandai berkata manis

Tapi tahu kapan harus diam

Dan duduk di sampingku

Saat dunia terlalu ramai untuk dijelaskan

Bersamanya, aku ingin menjadi biasa

Lelah tanpa perlu kuat

Sunyi tanpa harus dihibur

Dan pulang tanpa merasa dihakimi

Dia tidak mengubah hidupku

Hanya membuatnya terasa layak dijalani

Seperti secangkir teh hangat di sore yang tidak istimewa

Namun cukup

Jika suatu hari dia datang

Aku berharap kami saling menemukan

Bukan dalam keadaan sempurna

Melainkan dalam keberanian untuk tetap tinggal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *